Sabtu, 24 Maret 2012

Catatan Kecil Bagian 5

Nak. .
Mungkin bagi mereka, menantimu lulus Ujian Nasional dan pergi dari sekolah adalah kegelisahan yg panjang!

Karena mereka pun dpt tekanan dari yg di atasnya, dan yg di atasnyapun dpt tekanan dari yg di atasnya lagi! memastikan kalian lulus!

Maka tak heran kalau 6 bisa jadi 9!

Duniamu ini penuh parodi, Nak!
Banyak sekali "pertunjukan" yg mungkin blm kau pahami!

Tak apa! Nikmati saja masa-masa ini, masa yg akan kau rindukan nanti!

Masa yg paling menyenangkan dan menantang akan datang ketika seragam putih abu-abumu terlipat rapi di lemari!
Ketika kau dilanda banyak kebingungan!

Semangat!
Masih ingatkan, obrolan kita di kelas bersama papan tulis?
Tak penting seberapa angka yg tertulis di rapotmu, yg terpenting adalah bagaimana proses kau mendapatkan nilai!

Jadi pintar itu gampang nak! Tapi yg lebih penting itu adalah bagaimana kau bersikap!
Menjadi manusia-manusia yg berkepribadian lurus!
Menjadi orang2 yg menyenangkan!

Kita tak perlu sombong, Nak!
Karena hari ini, kita hanya sedikit saja lebih beruntung dari mereka!
 
*19 Maret 2012

Catatan Kecil Bagian 4

Meskipun kau sekecil ini, Nak!
Kau harus belajar memahami ini, bahwa gagal itu perlu biar kau belajar bersyukur atas keberhasilanmu!
Biar kelak kau tak jadi manusia-manusia angkuh!

Tak semua keinginanmu harus dituruti, biar kau memahami dan belajar peduli pada orang2 di sekelilingmu!

Kau masih terlalu kecil, Nak!
Tapi keberanianmu memilih perlu diacungi jempol!
Hebat. .^^
 
*21 Maret 2012

Catatan Kecil Bagian 3

Manisku,
di kota kecilku,
hari sudah merangkak senja,
sebentar lagi malam akan tiba,
saat-saat seperti inilah yg paling aku suka,
menunggui Senja,
menemani dia yg duduk manis di sana menunggu malam tiba,

apa sebenarnya istimewanya Senja??

Bagiku Senja slalu istimewa, Manis!
Karena ada rupamu yg menjelma di sana, dibatas Cakrawala. .
 
 
*22 Maret 2012

Catatan Kecil Bagian 2

Masih terlalu pagi sebenarnya buat ngopi!
Matahari juga belum sepenuhnya bangkit!

Tak apalah. .
menghirup aromanya, menyesap tiap tetesnya sudah bikin hangat tubuh yg ngilu dan dingin!

Lelah. .capee. . wajarlah ini! Hadapi saja! Gak perlu mengeluh dan ngerasa yg paling menderita!!

Ehh. .Mat, Cemangat ye,!
Tangguh banget sich, elo!
Tetap terbit, gak pake adegan libur!
Apa yg bikin elo gak lelah?
Salut gw, elo slalu menepati janji!!

Och iya, Selamat pagi, Mat!
Pagi, Rembulan!
Pagi, Angin!

Selamat pagi, semesta!!
Semangat!! ^^

udah cukup tidurnya, rapiin kasur, lipat selimut!
Ayo bergegas, banyak yg harus dilakukan!
Cemangat! ^^
 
*dipulikasikan di FB, Sabtu, 24 Maret 2012

Catatan Kecil Bagian 1

Sedang kunikmati nyanyian semesta yang sunyi!
Seorang diri!

Biar jangkrik-jangkrik ini yg menemani perbincangan dengan sepi!

Malam slalu pekat, slalu gelap gak akan jadi terang apalagi benderang!
Tapi, Dia menaruh Rembulan di malam, biar gelapmu indah!

Sama halnya siang yg slalu terang, selalu benderang, gak akan gelap, atau pekat!
Dia menaruh Matahari di siang, biar trangmu benderang!
Dan Angin, slalu ada di keduanya..

Ternyata, sudah diatur oleh-Nya! Ada kuasa yg gak bisa ditolak! Kenapa harus berontak??

Kalau kau mau, kau bisa lukis pelangi di pekatnya langit malam yg akan menjelma di langit yg terang di belahan langit satunya!

* IN, TR, TM

Dia menaruh hitam dan putih di hati kita masing-masing,
biar kita memilih!

 

 

*dipublikasikan di FB, 24 Maret 2012

Selasa, 09 Agustus 2011

"Belum ada judul"

Ini kutulis ketika riduku membuncah...
tak biasa..
setiap inci dari tubuhku meminta mengingatmu
setiap sel di kepalaku meminta mengingatmu
setiap rasa dan logikaku meminta mengingatmu
memaksaku mengingatmu
sudah ku ingat
sudah...
tapi...
kenapa jadi kosong dan hampa begini?
ini mungkin hanya pertanda
atau hanya fatamorgana
Bias hujan sore itu
membekas menambah kepingan-kepingan rindu
yang kuceritakan pada Senja  untukmu
Aku masih ingin menjadi ilalang
menari diterpa angin malam, dingin...
ku tulis syair rindu ini sembari
mengeja kata yang kutulis
tunduk, bersama air mata 
tapi, kau tenang saja masih bisa terbaca
Mungkinkah ada Matahari di cerita kita
Cerita yang sudah jadi gelap...
kau diam...
aku menunggu jawaban
tak ada jawaban
kenapa kau jadi takut?
bukankan ini cerita tentang rasa..
tiada teori pasti
apalagi harus tunduk dengan aturan orang-orang

kau masih diam
tak ada jawaban

sekarang....aku masih berupa ilalang di tengah hutan...
dicumbu ribuan kunang-kunang...

ya...mungkin sepi ini akan jauh lebih menenangkan....




Hujan..selalu abadikan tiap ceritaku bersamamu....semoga kau tau



di sudut imajinasiku, sendiri berbincang bersama waktu
untuk mengenangmu..
Hari ke-9 masih di bulan dan tahun yang sama...

















Senin, 08 Agustus 2011

Ini hari ke- 8 di bulan Agustus
Masih di tahun yang sama. . .

ini sore, aku di temani bau udara yang sama
masih menunggu senja, entah karena apa, aku jadi merindukan semburat jingga di langit yang merah.Ada petikan akustik gitar sederhana dari blog muridku yang ku dengat. Sangat tenang, meneduhkan, aku belum sempat belajar metik gitar. Biar aku bisa terus menghiburmu, mungkin seperti itu.


Banyak cerita yang ternyata sudah jauh berbeda...Banyak sekali sangat banyak, tapi aku belum mau menyerah untuk ini. kau tidak keberatan kan?
karena Matahari, esok akan tetap bersinar, pasti apapun yang terjadi.
Bersemangatlah...aku sangat merindukan senyummu yang meneduhkan itu.....